Bahas Masalah Islah, Warga Tangga Baru Harap Bupati Bima Segera Lakukan Rekonsiliasi

Susana pembahasan islah Monta Baru

Kabarkita, Kabupaten Bima – Pertikaian antara warga Dusun Tanjung Baru dan Dusun Tangga Baru Desa Tangga Baru Kecamatan Monta Kabupaten Bima, kini sudah mulai diakhiri.

Rabu (28/02) sore sekitar pukul 17.25 wita, sebanyak 150 orang yang terdiri dari Wakapolres Bima, Danramil, Kapolsek Monta, Babinkamtibmas, Kepala Desa Tangga Baru, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, melakukan pertemuan yang membahas mengenai islah dua dusun yang bertikai di Masjid Dusun Satu Desa Tangga Baru.

Dalam sambutannya Kepala Desa Tangga Baru menyampaikan bahwa, perlu adanya islah antara warga dua dusun agar bisa kembali hidup rukun seperti sedia kala. Namun ia tidak menafikan proses hukum yang sedang berjalan untuk tetap diteruskan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu Syamsuddin, tokoh pemuda Dusun Tanjung Baru pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, masalah islah antara dua dusun yang bertikai harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Bima. Karena akibat pertikaian itu, banyak menimbulkan kerugian yang harus juga menjadi pembahasan dalam rekonsiliasi.

“Tadi malam Bupati Bima sudah menyatakan akan membantu kerugian masyarakat Tanjung Baru walau tidak menyebut nilainya berapa”, ungkap Syamsudin dalam pertemuan itu.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Warga Tanjung Baru siap memberi santunan pada keluarga korban yang berasal dari Dusun Tangga Baru, namun ia juga meminta agar ternak warga Tanjung Baru yang sempat dijarah warga saat penyerangan beberapa hari lalu juga dikembalikan kepemiliknya di Dusun Tanjung Baru.

Sementara itu tokoh pemuda lain, yaitu Adhar dan Ilham menyampaikan agar Bupati Bima, DPRD Kabupaten Bima dan Kapolres Bima, segera hadir untuk membahas rekonsiliasi dua dusun yang bertikai.

“Kalau kita hanya bicara tangkap pelaku pembunuhan dan pembakaran, maka urusan ini tidak akan selesai. Saat ini yang paling ┬ápenting adalah, ┬ábagaiman menciptakan rasa damai dan rasa aman ditengah masyarakat”, tegas Ilham.

Menanggapi masukan yang ada, Wakapolres Bima, Kompol Abdi Mauludin, menyampaikan, apa yang diutarakan para tokoh dalam pertemuan pembahasan islah ini akan langsung disampaikan pada Kapolres Bima untuk segera ditindak lanjuti. Namun ia juga menegaskan bahwa polisi sebagai aparat penegak hukum, akan tetap melakukan proses penegakan hukum secara tegas. (San)

(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy