Baku Tembak Warnai Buka Blokade Jalan

Persiapan polisi sebelum buka blokade jalan

Persiapan polisi sebelum buka blokade jalan

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Tak menemukan kata sepakat dengan warga yang melakukan aksi blokade jalan, Kamis (03/11), pasukan gabungan dari Polres Dompu dan Brimob Dompu membuka paksa blokade jalan warga Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, yang dilakukan di Teka Sire, jalan negara lintas Sumbawa Bima.

Aksi buka paksa ini tentu saja mendapat perlawanan dari ratusan warga yang ada. Warga dengan lemparan batunya, melawan polisi yang mempersenjatai diri dengan water cannon dan gas air mata.

Pada pembukaan blokade tahap awal, polisi membubarkan konsentrasi massa di lokasi aksi dengan water cannon dan gas air mata.

Ratusan warga Desa Madaprama itupun lari berhamburan.

Sebagian memilih mundur ke lokasi blokade berikutnya, sebagian lagi memilih menyerah dan ditangkap polisi, sementara sisanya memilih naik gunung masuk hutan dan turuni lembah serta terus melakukan perlawanan.

Pada saat polisi memukul mundur warga dengan tembakan gas air mata ke perkebunan yang ada di lembah, beberapa kali terdengar tembakan balasan dari arah lembah dan berhasil membuat polisi mundur mencari tempat perlindungan.

Namun kemudian polisi terus menembaki para penembak gelap dengan gas air mata, yang disusul dengan aksi sweeping polisi ke arah lembah.

Dari sweeping itu, polisi berhasil mengamankan beberapa remaja, namun tak berhasil menemukan senjata yang terdengar letusannya beberapa kali.

Upaya pembukaan blokade terus dilakukan polisi hingga satu kilometer jauhnya.

Puluhan pohon yang ditumbangkan warga sebagai media blokade jalan, dipotong polisi dan dibersihkan dari jalan raya.

Arus lalulintas kemudian mulai dibuka, namun untuk kendaraan roda dua saja.

Saat polisi masih membersihkan lokasi blokade, tiba-tiba dari arah perbukitan melayang batu yang hampir mengenai polisi.

Polisi pun menyisir keperbukitan dan menemukan seorang warga yang masih bergerilya.

Tak pelak, ia pun menjadi bulan-bulanan bogem mentah dan diangkut kemobil tahanan.

Butuh waktu sekitar satu jam lebih untuk membuka blokade jalan warga ini. Dan butuh waktu satu jam untuk mengurai kemacetan akibat aksi blokade yang dilakukan warga.

Aksi blokade warga ini terkait sengketa lahan Hutan Kawasan Masyarakat (HKM) Blok Kesi di Kecamatan Kempo.

(Baca juga : Warga Madaprama Blokir Jalan)

Menurut warga Madaprama, bahwa yang pertama kali membuka lahan Kawasan Hutan Tutupan Negara sepuluh tahun lalu itu adalah warga 4 desa yaitu Desa Madaprama, Desa Sorisakolo, Desa Soriutu dan Desa Oo.

Namun masuk dua tahun terakhir ini, kawasan hutan yang kini sudah menjadi ladang itu, sudah dikuasai warga Desa Kesi dan sekitarnya, serta melarang warga Desa Madaprama untuk berladang disana.

Kapolres Dompu yang ditemui di lokasi blokade jalan menyayangkan aksi blokade jalan seperti ini.

Karena akan mengganggu kepentingan ribuan masyarakat lain yang membutuhkan kenyamanan dalam perjalanan mereka.

“Kalau ada persoalan dengan pemerintah ya bicarakan baik-baiklah sama pemerintah. Jangan main blokir jalan seperti ini sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan lain”, himbau Kapolres Dompu, AKBP Jhon Weley, SIK. (San).

(Visited 139 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy