Catatan Perjalanan 1 ; Nggelu yang Tak Tertinggal Lagi

Nggelu dalam peta

Kabarkita, Kabupaten Bima – Terletak diujung  Timur Pulau Sumbawa, tepatnya  agak  tenggara dari Pelabuhan Sape, beberapa tahun lalu, Desa Nggelu  menjadi salah satu desa terisolir di Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Lambu.

Waktu melakukan perjalanan ke Dusun Baku Desa Sumi (Dusun terluar dari Deda Sumi) tahun 2015 lalu,  akses jalan menuju Desa Nggelu dan Dusun Baku, sangat memprihatinkan.

Keluar dari jalan utama menuju Desa Lambu, tepatnya dipertigaan Pantai Papa, akses jalan yang dilalui waktu itu sudah membuat kendaraan roda empat yang ditumpangi laksana berada diatas ombak lautan. Para penumpang minibus yang dikendarai dibuat terombang ambing dan sesekali terdengar benturan kepala dan kaca mobil yang saling beradu.

Belum lagi memasuki hutan belantara yang mengapit jalan berbatu, medan yang harus dilalui kendaraanpun semakin menggila, dengan bongkahan batu besar yang sesekali membuat roda terantuk dan tak mampu berpacu.

Itu dulu. Akhir tahun 2015 ketika Team Indonesiaku TRANS7 menapaki jejak masyarakat marjinal Dusun Baku, dalam geliat pembangunan Kota Besar diera kemerdekaan RI yang hampir mencapai satu abad.

Sabtu (06/05) sore, ketika langit timur sudah mulai gelap dan diufuk masih temaram, jalan itu kembali ku tapaki dengan kendaraan yang sama. Hanya saja, tujuanku kali ini adalah Desa Nggelu, untuk menghadiri undangan Makembo dalam kemah Budaya menggali tradisi masyarakat Nggelu yang tak banyak orang tahu.

Ada yang aneh terasa. Roda kendaraan kini tak lagi merasakan benturan  bebatuan yang biasa menggoncangkan seisi kendaraan. Mobil melaju begitu mulusnya diatas aspal hitam yang sepertinya terlihat masih sangat baru.

Jalan yang dilewati juga kini sudah semakin lebar, terlihat bekas kerukan  alat berat disisi jalan sepanjang tanjakan menuju Desa Nggelu.

Sempat berpikir bahwa jalan yang dilewati dihari yang semakin gelap itu bukanlah jalan menuju Desa Nggelu. Semuanya begitu berbeda dari ingatanku dua tahun lalu.

Nggelu kini rupanya tak marjinal lagi. di usia kemerdekaan yang hampir satu abad ini, Ternyata Nggelu baru sudah bisa merasakan jalan beraspal.

Dibeberapa tikungan dan  tanjakan masih terlihat tumpukan bebatuan dan pasir pertanda bahwa jalan menuju Desa Nggelu ini masih dalam proses pengerjaan.

Begitupun dengan seluruh jembatan yang ada, semuanya sedang diperbaiki.

Dalam perjalanan malamku, aku sudah tak mengenal lagi lorong mana tempatku menuju Dusun Baku dulu. Disisi kanan jalan terlihat ada pertigaan yang pada sisi sisinya kini sedang dilakukan pelebaran jalan.

Mungkinkah Baku juga kini akan dibangun jalan beraspal seperti Nggelu?

Yang jelas, dengan diaspal dan diperlebarnya jalan menuju Nggelu, pastinya Nggelu tak akan tertinggal lagi dari Desa lainnya di Kabupaten Bima. (San)

(Visited 98 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy