Kapolres Dompu : Polisi Justru yang Menyelamatkan Nyawa Dayat

Kapolres Dompu, AKBP Jhon Wesley SIK

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Jum’at (30/06) sekitar pukul 20.30 WITA, Jasad Dayat (24), tahanan Polres Dompu yang meninggal di RSUD Bima akhirnya dipulangkan kembali ke Kota Bima setelah Kapolres Dompu memberikan penjelasan pada rombongan keluarga korban yang membawa kembali mayat korban Jum’at sore.

Baca : Diduga Dianiaya Didalam Sel, Tahanan Polres Dompu Tewas

Ditemui wartawan Kabarkita dikediamannya, Kapolres Dompu, AKBP Jhon Wesley, SIK, menjelaskan kronologis sebenarnya terkait kematian Dayat.

Minggu (25/06) usai Sholat Idul Fitri, Dayat datang ke Kabupaten Dompu untuk bersilaturrahmi dengan keluarganya yang ada di Lingkungan Karijawa Kecamatan Dompu.

Ditengah perjalanan menuju rumah keluarga itu, timbul niat dayat untuk melakukan tindak kejahatan pencurian karena melihat ada rumah salah satu warga yang dianggapnya bisa disatroni.

Rumah Suhermanlah yang akhirnya disasar Dayat.

Namun naas, ternyata aksinya ini justru kepergok pemilik rumah hingga akhirnya Dayat coba selamatkan diri dengan menaiki wuwungan rumah korban.

Menurut Kapolres Dompu, saat itu warga sudah berkumpul untuk menghakimi Dayat. Tetapi ada warga masyarakat yang melaporkan hal itu ke polisi hingga akhirnya polisi mendatangi TKP dan menyelamatkan Hidayat.

“Polisi datang ke TKP untuk menyelamatkan almarhum Dayat ini dari amukan massa, secara logika, disitu jelas tergambarkan bagaimana fungsi dan peran polisi yang justru ingin menyelamatkan nyawa almarhum”, jelas Jhon Wesley.

Setelah Dayat diselamatkan dari amukan massa, dayat kemudian diamankan di Mapolres Dompu.

Selang tiga hari kemudian, tepatnya hari Rabu (28/06). Usai dijenguk keluarga, Dayat mengalami kejang-kejang. Dari mulut Dayat mengeluarkan busa hingga akhirnya anggota piket yang berjaga langsung membawa Dayat ke RSUD Dompu.

“Saya sudah periksa semua anggota yang piket, apakah ada diantara mereka yang melakukan penganiayaan terhadap almarhum ini? Dan ternyata tidak ada yang melakukan itu”, terangnya lanjut.

Ketika almarhum dibawa ke Rumah Sakit, polisi mengabarkannya pada keluarga, beberapa anggota keluarga akhirnya datang menjenguk Dayat. Jelas, untuk biaya rumah sakit dengan perawatan ICU seperti itu bukanlah perkara mudah dan murah, namun demi menyelamatkan nyawa Dayat, polisi mengeluarkan biaya sendiri bagi penyembuhan dan upaya penyelamatan Hidayat ini.

“Kata Dokter dia itu mengidap penyakit Epilepsi yang mengakibatkan oksigen tidak bisa masuk ke paru-parunya kok. Dan itu biaya rumah sakit semua ditanggung polisi, karena apa? Karena polisi lagi-lagi ingin menyelamatkan nyawa almarhum Hidayat ini”, tegas Jhon Wesley.

Setelah diadakan pertemuan antara rombongan keluarga dan Kapolres Dompu di ruangan Kapolres, keluarga korban yang sebelumnya tidak tahu duduk persoalannya seperti apa akhirnya menerima p3njelasan polisi dan merelakan kepergian Dayat.

Setelah dimandikan dan dikafankan di RSUD Dompu, jasad Dayat akhirnya dibawa pulang keluarga ke Kota Bima.

Baca juga :

Kapolres Dompu, AKBP Jhon Wesley, SIK,  menegaskan bahwa apa yang disampaikan narasumber sebelumnya dalam pemberiataan adalah bersifat asumtif belaka.

“Semuanya sudah kami jelaskan dan sudah clear”, pungkasnya. (Asrin)

(Visited 434 times, 1 visits today)

1 comment

  1. Sita andiyani

    Ehh kalau bikin kerteraangan,yang benar yaaa ..
    Saya sebagai mantan istri,a selama menikah dayaat gak,pernah mengalami,kejang2 maupun smpe mulut berbusaa ..??
    Skrng saya tanya apa,yang membuat mantan suami saya kejang2 trus sampe mulut,a mengeluarka busa ..
    Dan mengapa kalau memang kaliann dari pihak,kepolisiaam mengapa d setiap,sudut tubuh mantan suami saya mendapatkam,luka lebam dan bekas sundutan api rokok dan memiliko bekas pukulaan benda ???
    Kaliaan memang setan,gak memiliki rasa kemanusiaan .
    Polisi,yang seharus,a melindungii rakyat skrng justu menjadi pembunuh yang paling teragis .
    Seperti,peri bahasa .
    Gak akan ada maling yang mau,mengaku .
    Maling mengaku,penjara penuh .
    Dan kalau kaliaam,agota kaporles dompu mengakuio semua perbuataan kaliaan kaliaan gak akam,mau,di cap jelek d mata masyarakat .
    Tapi kaliaan masyarakat pasti bisa menilai yang mana yang benar dan,mana yang salah .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy