Kisruh Tender Katering di PT STM

illustrasi

illustrasi

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Penentuan pemenang tender katering di PT. STM akan dilakukan dalam waktu dekat, persaingan antara perusahaan yang ikut dalam tender semakin memanas, karena memang, tender katering ini bukan untuk katering biasa, melainkan katering untuk kebutuhan karyawan dan pekerja tambang di PT. Sumbawa Timur Mining yang beroperasi di dua wilayah, yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima.

Nilainya pun tidak sedikit, milyaran rupiah kontraknya. Bayangkan, untuk mengikuti tender ini saja, para kontestan tender harus memiliki saldo rekening minimal 400 juta rupiah sebagai syarat. Belum lagi ketentuan administrasi dan prasyarat lain yang cukup njelimet untuk dipenuhi.

Hingga akhirnya, dari 670-an perusahaan yang masuk dalam tender, hanya 16 perusahaan saja yang berhasil ikut ke tahap seleksi selanjutnya, dan dari 16 perusahaan yang tersisa, hanya akan diambil satu perusahaan saja sebagai pemenang tender.

Senin (08/08) pagi, sekitar 5 warga yang menamakan diri sebagai Gerakan Pemuda dan Masyarakat Peduli Keadilan, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT. STM yang berlokasi di Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.

Dalam aksi yang dikomandoi Dedi dan Bondan ini, menuntut beberapa poin yang mereka anggap sebagai biang permasalahan antara PT. STM dan masyarakat lingkar tambang. Pertama, terkait keberadaan 4 orang dalam PT. STM yang dianggap sangat tidak menguntungkan bagi masyarakat lingkar tambang.

“Tolong Dirut PT. STM untuk memberhentikan H. Iswan, Ulya, Kristison dan Pak Nur. Karena mereka berempat ini telah merampas hak-hak masyarakat Kecamatan Hu’u. Warga yang melamar ke perusahaan harus mengeluarkan uang ini itu dulu baru mau mereka terima” teriak korlap aksi menggunakan pengeras suara di depan kantor PT. STM.

Selain menuntut dipecatnya empat orang itu, massa aksi juga meminta agar proses tender dievaluasi ulang. Para pendemo meminta, agar perusahaan di luar Kecamatan Hu’u tidak boleh dimenangkan dalam proses tender itu.

“Tolong didiskualifikasi PT. Tune Ncuhi dan panggil ulang 9 perusahaan lain untuk kembali melakukan uji rasa” ujar korlap aksi.

Setelah melakukan orasi beberapa jam, sekitar Pukul 10.35 WITA, 5 orang pendemo diterima oleh Humas PT. STM di ruang rapat PT. STM.

Dalam audiensi itu, Humas PT. STM, Ulya Defretes menanggapi tuntutan pendemo dengan dingin, “Anda 5 orang ini ingin melakukan protes, sementara 676 perusahaan yang ikut dalam tender tersebut saja sudah menandatangani kesepakatan tidak akan melakukan protes,” Ujar Ulya dengan gayanya yang khas.

“Dari sekian banyak perusahaan yang ada itu memang hanya ada satu pemenangnya, dan yang lain harus siap kalah dong” lanjut Ulya.

Kendati tuntutan mereka tidak diamini Humas PT. STM, namun audiensi tersebut berlangsung aman.

Setelah mendengar penjelasan Humas PT. STM, pendemopun akhirnya membubarkan diri.

 

(Visited 812 times, 1 visits today)

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy