MUI Dompu dan Warga O’o Tolak Berpolitik di Masjid

MUI dan warga O’o Dompu

Kabarkita, Dompu – Bertempat di Masjid Miftahul Jannah, Desa O’o, Jum’at (02/03) usai sholat Jum’at, Ketua MUI Kabupaten Dompu, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda Desa O’o, menggelar deklarasi penolakan penggunaan Masjid sebagai tempat kampanye politik, ujaran kebencian dan provokasi SARA (Suku, agama, ras).

Deklarasi ini ditandai dengan pembentangan spanduk dibeberapa titik seperti di Masjid Miftahul Jannah dan Kantor Kepala Desa O’o.

Dalam penyampaianya, Ketua MUI Kabupaten Dompu Dr (HC) H . Abdul Arsyad, S.Ag, menyampaikan afar masyarakat Desa O’o menolak penggunaan masjid sebagai tempat kampanye karena masjid merupakan tempat untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Jika ingin hidup damai dan rukun, terus jaga hubungan antar sesama manusia, tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan mendirikan sholat dan perbanyak baca qur’an”, harapnya.

Ia juga menghimbau agar seluruh kelompok masyarakat yang ada menjadi pelopor terciptanya perdamaian dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat terutama dalam proses politik saat ini.

Sementara itu Taufik M Nur, salah seorang tokoh masyarakat Desa O’o menegaskan bahwa masjid merupakan sarana ibadah bukan sarana kampanye.

Lebih lanjut Taufik menyampaikan bahwa pelaksanaan kampante dakam proses pemilihan kepala daerah ini memang suatu keharusan apalagi untuk mensosialisasikan tentang visi misi calon, namun kembali ia tegaskan bahwa masjid bukanlah tempat untuk kampanye.

Tidak hanya dalam pemilihan kepala daerah serentak saat ini, pelarangan penggunaan masjid sebagai tempat kampanye juga diharapkan tidak dilakukan pada pemilu tahun 2019 yang akan datang. (San)

(Visited 59 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy