Patut dicontoh, Kades Rite Rangkul Eks Napi Teroris


Imran, Kades Rite

Kabarkita, Kabupaten Bima – Patut dicontoh, Kades Rite Rangkul Eks Napi Teroris

Kabupaten Bima, Siapa yang tidak mengetahui bahwa Bima, baik Kota Bima maupun Kabupaten Bima, acapkali dikaitkan dengan berbagai masalah terorisme di Indonesia. Bahkan beberapa kali aksi yang dituding sebagai aksi terorisme itu sendiri terjadi di Kota maupun Kabupaten Bima.

Beberapa warga yang diduga sebagai pelaku aksi terorisme kemudian ditangkap dan ditahan untuk menjalani proses hukum. Namun hingga kini belum ada pihak yang mereleas berapa sebenarnya jumlah warga Bima yang selama ini ditangkap dan didakwa dalam kasus terorisme diberbagai daerah di Indonesia. Bahkan, keberadaan para napi terorisme pasca dibebaskan dari tahanan ini juga sering diabaikan dan terkesan dikucilkan dan diawasi.

Tidak demikian dengan yang dilakukan Kades Rite, Imran.

Ditemui di Unit pelayanan SIM Satlantas Polres Bima Kota, Selasa (15/03), Imran terlihat sedang mendampingi salah seorang warganya yang berinisial DI alias LA (24), warga Dusun Sonco Lumba, Desa Rite Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, untuk pembuatan SIM.

DI adalah warga Rite yang baru beberapa bulan dibebaskan dari tahanan atas kasus terorisme.

Oleh Imran, DI kemudian dirangkul dan diajak terlibat dalam aktivitas sosial kemasyarakatan di Desa Rite.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Dusun Sonco Lumba, ketua RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Dusun Sonco Lumba, agar DI ini dirangkul”, jelasnya.

Ia menambahkan, tidak boleh ada diskriminasi terhadap siapapun dalam bermasyarakat. “Saya menjadi kepala desa untuk melayani dan mengayomi seluruh warga saya, bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu”, tegasnya.

Sebagai bentuk perhatiannya terhadap DI, Imran dalam beberarapa hari ini sudah mengurus dokumen dokumen kewarga negaraan DI. Senen (15/03), Imran mengurus kepesertaan DI sekeluarga dalam BPJS gratis yang dibiayai oleh pemerintah daerah. Selasa pagi ini, Imran mendampingi DI mengurus SIM untuk kelengkapan berkendara DI sehari hari. Rencananya, rabu esok, DI akan didampingi Imran untuk pengurusan KK dan KTP DI sekeluarga.

“Saya terharu dengan itikad baik DI yang mau membuka diri dengan kami dipemerintah desa. Sebagai kepala desa, sayapun mengapresiasinya sebagai suatu langkah positif DI dalam menghilangkan stigma negative dimasyarakat akan status dan keberadaannya. Tapi bagi kami masyarakat Desa Rite, apapun DI ia adalah saudara kami”, lanjut Imran.

Selain membantu mengurus kebutuhan administrasi kewarga negaraan, Imran juga membantu untuk modam usaha DI dalam melanjutkan hidup bersama keluarga kecilnya.

“Ia sampaikan kepada saya bahwa ia mau usaha jualan ayam potong, ya saya bantu sesuai kemampuan saya, yang penting DI bisa menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik”, tambah Imran.

Berdasarkan data yang ada di Imran, ada 4 warganya yang tersandung kasus terorisme. 1 orang audah dibebaskan dan masih ada 3 orang lagi yang masih dalam proses hukum.

“Semuanya nanti akan kami rangkul, begitupum harapan saya pada masyarakat, kepala desa maupun lurah yang ada di Kota maupun Kabupaten Bima, agar bisa memperlakukan eks napi teroris itu tanpa ada diskriminasi. Rangkul mereka dan libatkan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, mereka adalah saudara kita”, harap Imran. (San)

(Visited 45 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy