PC NU KSB ; NKRI Harga Mati, Perppu Ormas Harus Tetap Didukung

Para Narasumber di Dialog tentang Perpu Ormas KSB

Kabarkita, KSB – Dialog Kebangsaan yang digelar Lembaga Studi Konflik dan Advokasi (LSKA) NTB di Meeting Room Hotel IFA Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (29/07) pagi hingga siang, berlangsung hangat.

Sebanyak kurang lebih seratus peserta dialog yang bertemakan ” Revitalisasi Peran Ormas Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Melalui Perppu Nomor 2 tahun 2017 entang Ormas” ini, mengikuti kegiatan dialog secara antusias.

Ada empat orang narasumber yang menyajikan empat materi yang berbeda dalam kegiatan tersebut.

Johan Wahyudi, S.Ip, MA, salah seorang Dosen di Universitas Cordova KSB dalam Makalah “Telaah Kritis ; Urgensinya Perppu Ormas Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI” menyampaikan bahwa, sebenarnya permasalahan Perppu Ormas yang telah dikeluarkan pemerintah ini tidak perlu dipermasalahkan.

“Perpu ini sudah cukup tepat dikeluarkan pemerintah karena ini memang merupakan hak pemerintah. sama halnya dengan hak angket KPK yang sekarang sedang bergulir, itu sudah menjadi kewenangan DPR. jadi ngapain kita ributkan” ujarnya.

Hanya saja memang menurut Johan, bagaimanapun Perppu Ormas ini bisa mejadikan tatanan kehidupan Ormas kita menjadi lebih teratur dan terarah, bisa memperkuat kehiduan berbangsa dan bernegara. Perppu ini juga bisa digunakan sebagai penjaga dan memperkuat Pancasila, Bhineka Tunggal ika, NKRI dan UUD 1945.

Berbeda dengan Johan, Edi Sofian Gole, Delegasi Bakesbangpol KSB yang menyampaikan materi “Langkah Bakesbangpol KSB untuk merevitalisasi Peran Ormas dalam Menjaga Kedaulatan NKRI melalui Perppu nomor 2 tahun 2017” menyampaikan bahwa, didalam sejarah bangsa ini yang berjuang mendirikan negara adalah ormas ormas yang puluhan tahun telah lebih dulu ada dari partai politik.

“Makanya dalam klausal Undang undang Dasar 1945 itu disebutkan adanya kebebasan berserikat yang dijamin oleh negara”, ungkapnya.

Terkait dengan Perppu nomor 2 tahun 2017 yang dianggap  mengengkang kebebasan berserikat Ormas, Sofian Gole menganggap itu bukanlah akhir dari sebuah keputusan hukum.

“jika ada yang keberatan ya silahkan tempuh jalur hukum sesuai dengan mekanisme yang ada di negara kita. terhadap Perppu ini, sudah menjadi kewajiban warga negara untuk mentaatinya, namun jika ada putusan lain yang dikeluarkan MK kelak, maka itulah putusan hukum juga yang harus kita taati bersama”, ungkap Gole.

Ditambahkan oleh Ir. Muhammad Saleh, Kepala Bakesbangpol KSB, ada ratusan ribu Ormas yang sudah terdaftar di kemenkumham hingga saat ini. namun dari ratusan ribu ormas itu, hanya ada 6 ormas yang rencananya akan dibubarkan di Indonesia melalui Perppu Ormas ini.

“Kalau Ormas sudah berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan mengapa harus khawatir”ujarnya.

Ada kegentingan yang mengharuskan pemerintah mengeluarkan Perppu nomor 2 tahun 2017 ini. kegentingan dimaksud menurut Muhammad saleh adalah adanya upaya beberapa kelompok Ormas yang ingin mengganti idiologi Pancasila dengan Idiologi lain yang mereka anut.

“Apakah adik adik yang menolak Perppu ini rela jika Idiologi Pancasila diganti dengan idiologi lain? tentunya tidak, makanya pemerintah menganggap hal ini menjadi sangatlah urgen untuk ditanggulangi. kalau menunggu dibuatkan undang undang pasti akan membutuhkan waktu lama”, jelas Muhammad Saleh.

Muhammad Igfar, S.Sos, Sekretaris MUI KSB yang juga menjadi salah satu narasumber di kegiatan Dialog kebangsaan itu lebih menekankan pada pentingnya penanaman kembali nilai nilai pancasila pada tiap individu yang ada di NKRi.

menurutnya, jika nilai nilai pancasila itu kembali ditanamkan, maka kekhawatiran akan tergantikannya idiologi bangsa tidak akan terjadi. karena kalaupun ada maka akan cepat dieliminir.

Muhammad Imran, pengurus PC NU KSB yang dalam penyampaian materinya mengungkapkan bahwa sejak zaman sebelum merdeka hingga kapanpun, NU tetap akan berdiri membela negara, karena bagi NU, NKRI adalah harga mati.

“kami punya slogan yang menyatakan Hubbul wathon minal iman, yang artinya, mencintai negara itu sebagian daripada iman”, tegas Imran.

Imran menceritakan bahwa lahirnya Perppu ormas ini adalah akibat kegundahan sejumlah Ulama dan Puluhan ormas yang ada di Indonesia akan keadaan negara yang sedang dirongrong oleh kelompok kelompok radikal yang dengan teriakan Allahu Akbarnya ia kemudian meledakkan bom. dengan takbir pula ia membunuh sesama anak bangsa yang juga merupakan saudaranya sesama muslim. belum lagi keinginan beberapa ormas yang senantiasa mengkampanyekan Pancasila sebagai sistem Thogut dan ingin menggantikannya dengan idiologi yang mereka anggap itu benar.

“Untuk diketahui, negara kita ini bukan darul harbi, kita ini adalah Negara damai, segala sesuatu bisa diselesaikan secara konstitusional, jadi PBNU mendukung perppu ormas dan tidak ada alasan NU tidak mendukung perppu ormas”tegas Imran.

setelah penyampaian materi, kegiatan dialog kebangsaan dilanjutklan dengan diskusi dan tanya jawab.

Sekitar Pukul 13.00 Wita, kegiatan Dialog Kebangsaan yang baru pertama kali diadakan LSKA di KSB itu akhirnya ditutup dengan beberapa rekomendasi diantaranya, tetap mendukung dan mengawal Perppu Ormas ini karena telah menjadi sebuah produk hukum yang sah. terkait penolakan dan ketidak sepahaman masyarakat akan produk hukum itu, menggugatnya di MK merupakan jalan yang elegan yang bisa ditempuh. (San)

(Visited 46 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy