Penasehat Hukum PT. Raja Akan Gugat PT. STM

Direktur PT. Raja dan managemen PT. STM

Direktur PT. Raja dan managemen PT. STM

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Menganggap perusahaan yang dikuasakan padanya telah ditipu PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM), Abdullah, SH, MH, selaku penasehat hukum PT. Ribun Jaya Abadi (PT. Raja), berencana mengajukan gugatan perdata terhadap PT. STM.

Gugatan itu terkait adanya dugaan penipuan dan pengabaian terhadap hak-hak PT. Raja, saat PT. Raja mengikuti proses tender katering di PT. STM.

“Dugaan penipuan yang pertama, saat penetapan tanggal pengumpulan kelengkapan berkas. Seharusnya, tanggal 22 Juli itu sudah final pengumpulan berkas, namun oleh PT. STM diperpanjang lagi tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas. Sehingga, seharusnya hanya PT. Raja saja yang lolos kesesi selanjutnya, namun karena ada perpanjangan sepihak dan tidak prosedural tersebut, maka PT. Raja dirugikan”, papar Abdullah.

Abdullah melanjutkan, bahwa dugaan penipuan yang kedua hingga dianggap merugikan PT. Raja adalah, diputuskannya PT. Raja sebagai perusahaan yang gagal menang tender, dengan alasan, harga yang ditawarkan PT. Raja terlalu tinggi dari platform yang ada.

Abdullah tidak mempermasalahkan akan kegagalan PT. Raja dalam memenangkan tender katering,  tetapi yang ia sesalkan,  kenapa kegagalan PT. Raja itu harus pada penawaran harga, sementara berdasarkan email resmi dari management PT. Valee yang ada di Brazil, mengenai harga yang ditawarkan PT. Raja sudah diterima, dan PT. Raja diikutkan pada tes selanjutnya, yaitu uji rasa.

“Logikanya, kalau penawaran harga dari kami tidak diterima, maka tidak mungkin kami diikut sertakan dalam uji selanjutnya yaitu uji rasa”, terang Abdullah.

Karena sudah dinyatakan lolos dalam penawaran harga, PT. Raja pun memberanikan diri mengundang satu eksekutive cheef dan tujuh cheef untuk mengikuti uji rasa.

“Untuk mendatangkan delapan cheef selama 5 hari di Dompu itu tidak mudah dan tidak murah, itu semua kami lakukan karena kami sudah dinyatakan lolos administrasi, termasuk anggaran, dan diperkenankan mengikuti uji rasa”, imbuh Jahribun.

“Seandainya dari awal kami dinyatakan tidak lulus administrasi karena penawaran terlalu tinggi, maka kami akan legowo, berarti kami tidak perlu mempersiapkan sesi uji rasa dan mengundang delapan cheef ke Dompu. Tapi kenapa setelah uji rasa baru kami dikirimi surat yang menyatakan bahwa kami tidak lolos pada penawaran anggaran”, jelas Ribun.

“Itu penipuan kedua yang kami anggap melanggar hak-hak kami sehingga kami dirugikan secara moril dan materil”, tambah Abdullah.

Menanggapi rencanan gugatan PT. Raja tersebut, Ulya, selaku humas PT. STM mengaku siap menghadapi gugatan itu.

“Kalau memang tidak puas dengan keputusan kami, silahkan menempuh jalur hukum. Yang jelas, sebelum pelaksanaan tender berlangsung, seluruh peserta tender sudah menandatangani pernyataan siap kalah, siap menang”, terang Ulya.

(Visited 92 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy