PMII Dompu Dukung Perppu Nomor 2 tahun 2017 Tentang Ormas

Ketua PMII Dompu, Muhammad Anjaz

Kabarkita, Dompu – Sejak ditandatangani tanggal 10 Juli 2017 dan diumumkan pemberlakuannya oleh Menkopolhukam Wiranto beberapa saat setelahnya, Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, terus menuai pro dan kontra.

Bahkan dibeberapa daerah sejumlah elemen masyarakat yang mengangap Perppu itu sebagai ancaman, mulai menghimpun dukungan baik melalui forum tertutup maupun aksi massa.

Begitupun dengan di Kabupaten Dompu.

Dalam waktu beberapa hari terakhir, ruas jalan utama yang ada didepan Kantor DPRD menjadi muara sejumlah aktivis ormas dalam menyampaikan aspirasinya terkait Perrpu Ormas.

Bahkan jauh sebelum itu, Organisasi Mahasiswa PMII Dompu sudah lantang menyuarakan dukungannya atas langkah pemerintah dalam menerbitkan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas ini.

Muhammad Anjaz, Ketua PMII Dompu dalam pernyataan sikapnya yang disampikan pada kabarkita, Rabu (26/07), menyatakan bahwa, PMII Dompu sejak awal mendukung diterbitkannya Perppu Ormas oleh pemerintah.

Hal ini dikatakannya sebagai solusi kontrol dengan semakin banyaknya ormas yang melenceng dari cita Рcita luhur  Idiologi Pancasila dan NKRI.

“Sebagai komponen bangsa yang menyadari akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, maka menjaga marwah Idiologi Pancasila dalam berbangsa dan bernegara itu adalah suatu keharusan”, tegas Anjaz.

Lebih jauh lagi Anjaz menilai, adanya ketakutan yang diutarakan oleh sejumlah kelompok ormas bahwa Perppu Ormas akan memberangus kebebasan berserikat sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945, Anjaz menilai itu sebagai sebuah ketakutan yang tidak mendasar.

“Dalam Perppu itukan sudah jelas bahwa pembubaran Ormas itu tidak serta merta dilakukan begitu saja. Ada proses telaah, ada proses kajian dan juga akan ada teguran hingga bagi yang berkeberatan bisa menempuh jalur hukum lain yang telah disediakan oleh konstitusi kita”, jelasnya.

Anjaz berharap agar kelompok masyarakat yang menolak Perppu Ormas coba berkaca pada sejarah bangsa dan melihat bagaimana proses perjalanan bangsa ini  dalam mempertahankan idiologi Pancasila yang telah berhasil mempersatukan NKRI hingga mencapai usia kemerdekaan yang ke 72 tahun.

“Negara ini dibangun oleh seluruh komponen rakyat indonesia saat itu. Dari berbagai suku bangsa, agama dan bahasa. Membangun dan mempersatukannya dengan apa? Dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi mari kita jaga dan rawat Pancasila sebagai idiologi pemersatu bangsa”, pinta Anjaz.

Kini, Perppu nomor 2 tahun 2017 itu akan dibahas oleh DPR RI dalam sidang paripurna terdekat. Apakah Perppu itu akan diubah menjadi undang – undang, atau akan dikembalikan pada undang -undang lama tentang Ormas, itu semua tergantung DPR RI yang akan memutuskannya. (Asrin)

(Visited 70 times, 1 visits today)

2 comments

  1. RAMADHAN

    ”g didemo juga, perpu ormas tersebut g bakalan dicabut semudah itu. karna setiap produk hukum berupa pengaturan yang berbentuk uu/perpu akan dilihat efisiensi dan efektifitasnya minimal 1 atau 2 tahun. kalaupun dicabut dalam waktu kurang dari 1 atau 2tahun biasanya aturan tersebut benar2 g bagus, kemungkinan lain karna desakan masa yang luar biasa bukan sekedar 20 orang mahasiswa PMII.

    ITU DEMO UNTUK MENGUJI KEPERCAYAAN DIRI DAN KEBERANIAN ANGGOTA BARU PMII. (PERINTAH ATASAN JUGA BISA JADI ALASAN) HAHA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy