Prodi Biologi STKIP Bima Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Woro

Dosen dari Prodi Biologi STKIP Bima bersama warga Desa Woro.

Kabarkita, Kota Bima – Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima bersama kelompok mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di  Desa Woro,  Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Kamis (5/4). Kegiatan ini merupakan program kerja dosen-dosen dari Program Studi Pendidikan Biologi. Program pengabdian  yang dilakukan adalah penyuluhan sosialisasi  manfaat tanaman kelor sekaligus penanaman kelor (Moringa oleifera) atau parongge dalam bahasa Bima.

Baca juga: Peduli Kemanusiaan HMPSP Biologi Gelar Donor Darah

“Pengabdian yang dilaksanakan di Woro ini merupakan program kedua setelah sukses melakukan pengabdian dengan kegiatan serupa di Desa Kananga Tambora beberapa bulan yang lalu” papar Wakil Ketua II STKIP Bima Bapak Drs. Nehru, M.Pd yang turut hadir dalam pengabdian sekaligus memberi sambutan  dan meresmikan program pengabdian, Kamis (5/4).

Baca juga: Prodi Biologi STKIP Bima “Goes To Satonda Island”

Baca juga: Prodi PB STKIP Bima Gelar Olimpiade Biologi

Dosen yang merupakan warga disekitar desa menambahkan, Desa Woro merupakan desa dengan kondisi alam yang mendukung untuk dilakukannya penanaman tanaman kelor.  Karena dirasa tanaman ini sudah mulai jarang dibudidayakan oleh masyarakat, mengingat manfaatnya yang luar biasa maka perlu adanya sosialisasi ini. Mata pencaharian warga di sana kebanyakan bertani dan beternak.

Penyerahan secara simbolis batang kelor dari Ketua Prodi Pendidikan STKIP Bima (Olahairullah, M.Pd) kepada perwakilan Desa Woro.

“Tanaman yang sangat dikenal oleh orang-orang zaman dulu, baru-baru ini muncul kembali dengan nama the miracle tree (pohon ajaib). Karena memiliki nutrisi yang jauh lebih banyak dan manfaat yang luar biasa dibandingkan dengan tanaman yang lain. Merupakan tanaman yang bergizi, memiliki aktifitas farmakologis, daunnya paling banyak mengandung pati, mineral, zat besi vitamin a, vitamin C dan protein susu. Dan bahkan setiap bagian tanaman kelor memiliki manfaat sendiri (akar, batang, daun, kulit, buah, biji dan bunga). Itulah kenapa dia terkenal dengan nama pohon ajaib.” Jelas Ibu Ariyansyah, M.Sc yang bertindak sebagai pemberi penyuluhan manfaat tanaman kelor.

Lanjutnya “Hasil penelitian di tahun 2012 oleh Tejas G.H dan kawan-kawan bahwa dalam setiap 100 gr daun kelor terdapat Vitamn A yang empat kali lebih banyak dari wortel dan bayam, Vitamin C tujuh kali lebih banyak dari jeruk, Besi dua puluh lima kali dari bayam serta protein dua kali dari yoghurt/susu”

Maka dirasa sangat perlu melestarikan tanaman yang bermanfaat ini dan diterapkan mulai dari Desa Woro.

(Visited 65 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy