PT. SMS Angkut Batubara, Jalan Rusak, Pengusaha Lokal Tidak Diberdayakan

Tronton pengangkut batu bara

Tronton pengangkut batu bara

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Selain bermasalah dengan peternak Doroncanga dan petani tebu Kecamatan Pekat, aktivitas PT SMS kini juga sedang disorot  warga dan pengusaha lokal yang ada di Pekat.

Sudah hampir 3 bulan ini, jalan kecil yang menjadi jalan propinsi antara Desa Calabai menuju Desa Doropeti Kecamatan Pekat, kini berseliweran mobil mobil tronton besar yang melaju pelan dan menutupi badan jalan.

Sehingga ketika berpapasan, kendaraan lain yang ada di depan tronton tronton itu harus keluar aspal jalan yang terkadang mengancam keselamatan pengguna jalan, “Apalagi kalau berpapasannya di jalan sempit seperti ini, kemudian jarak antara aspal dan tanah itu agak tinggian aspal, bisa celaka itu” ujar M saleh, warga yang menepi hindari tronton di Kecamatan Pekat.

Namun yang paling berdampak menurutnya, terjadinya kerusakan sejumlah ruas jalan yang ada di Kecamatan Pekat. Padahal menurut M Saleh, aktivitas pengangkutan ini baru dimulai beberapa bulan lalu, namun kerusakan jalan yang diakibatkan dari aktivitas pengangkutan batu bara itu sudah berdampak luas pada kerusakan jalan di sepanjang jalan Desa Calabai Hingga Desa Doropeti.

“Aspal jalannya sudah bolong bolong dan bergelombang” ucap Saleh.

Hingga pertengahan tahun ini, sudah dua kali pengangkutan batu bara yang dilakukan PT SMS di Pelabuhan Calabai Pekat, pengangkutan pertama sekitar bulan Mei, pengangkutan kedua dilakukan bulan Juli ini dengan jumlah pengangkutan masing-masing 500 ton kubik.

Kendaraan pengangkut batu bara dari pelabuhan menuju perusahaan yang terlalu besar dengan bobot muatan hingga 15 ton kubik satu tronton, dianggap tidak sesuai dengan kemampuan jalan yang ada di Kecamatan Pekat.

Belum lagi, pada proses pengangkutan itu sama sekali tidak melibatkan kendaraan dump truck milik warga sekitar, “Jumlah dump truck yang ada di Kecamatan Pekat ini bisa dikatakan ratusan unit, kenapa itu tidak diberdayakan kalau memang PT SMS ini berniat ingin mensejahterakan masyarakat sebagai mana cita-cita awalnya” ujar Ahmadin, salah seorang pengusaha lokal Kecamatan Pekat.

Ia menggambarkan, jika saja PT SMS menyerahkan urusan pengangkutan batu bara pada pemilik dump truck yang ada di Kecamatan Pekat, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada. Tidak hanya itu, tetapi perputaran uang di Kecamatan Pekat akan semakin meningkat, “Kalau pake tronton milik pengusaha luar daerah kan uangnya akan mengalir keluar, kalau pake mobil di Kecamatan Pekat pasti uangnya akan berputar di Kecamatan Peakat saja, dan itu pastinya akan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat pekat juga dan income perkapita masyarakat pekat” papar Ahmadin.

Ia bersama sejumlah pemilik kendaraan dump truck berencana mengkomunikasikan hal tersebut pada  PT SMS, pemerintah daerah dan DPRD, jika tidak ditanggapi dan aktivitas pengangkutan itu masih terus dilakukan hingga membuat jalan rusak parah dan pengendara tidak nyaman, Ahmadin tidak  menjamin masyarakat Kecamatan Pekat akan tinggal diam dengan kondisi tersebut, “Dengan pengaspalan jalan oleh pemerintah tahun lalu kami masyarakat Kecamatan Pekat sudah sangat bersyukur sekali, aktivitas perekonomian kami menjadi lancar. Jadi jangan salahkan masyarakat  jika nanti ada diantara anggota masyarakat yang bereaksi seandainya jalan ini rusak parah akibat aktivitas pengangkutan batu bara”  tegas Ahmadin.

(Visited 150 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy