Rebutan Kayu Antara PT. AWB, Industri Primer dan Penebang Kayu Tambora

Pertemuan PT. AWB, IP dan penebang kayu

Pertemuan PT. AWB, IP dan penebang kayu

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Sekitar 50 orang warga yang terdiri dari penebang kayu dan pengusaha kayu di wilayah Kecamatan Pekat, Jum’at (09/09) pagi, mendatangi Kantor PT. Agro Wahana Bumi (AWB) untuk memprotes sejumlah kebijakan yang dikeluarkan PT. AWB.

Dengan mengendarai truck dan sejumlah sepeda motor, pekerja kayu dan pengusaha kayu ini menemui Direktur PT. AWB guna menyampaikan sejumlah tuntutan terkait aktivitas penebangan kayu hingga pengolahan dan penjualan kayu.

Ditemui Hery, pelaksana harian PT. AWB, para pekerja kayu meminta agar kayu yang telah mereka tebang di wilayah RKT 1 lahan PT. AWB, bisa segera diturunkan ke rumah mereka masing-masing.

Selain itu para pekerja kayu juga meminta agar yang mengatur pekerjaan kayu di wilayah PT. AWB adalah pekerja itu sendiri, kemudian pekerja tidak perlu menjualnya ke PT. AWB melainkan langsung ke Industri Primer yang ada di Kecamatan Pekat, dan mengenai harga, yang menentukan juga pekerja kayu itu sendiri.

“Kami mengeloh kayu di Tambora ini sudah lama, sementara PT. AWB ini baru masuk ke wilayah kami”, ujar salah seorang pekerja kayu saat menggelar pertemuan dengan pihak PT. AWB.

Menanggapi sejumlah tuntutan warga tersebut, pelaksana harian PT. AWB, Hery,  justru memberikan sejumlah ultimatum pada warga yang hadir.

Dalam ultimatumnya Hery menyampaikan, semua kayu yang telah ditebang dalam areal kerja PT. AWB, harus diturunkan segera ke TPK PT. AWB. Hery bahkan memberi batas waktu hanya dalam waktu 1 x 24 jam.

Penegasan lain ia nyatakan bahwa mulai hari Jumat (09/09), para pekerja kayu sudah tidak boleh lagi membawa mesin senso ke atas gunung. Segala aktivitas penebangan dan pengolahan haruslan menggunakan alat dan mesin dari PT. AWB.

“Kalau mengenai harga kayu, masyarakat jual kayu ke Industri Primer, Industri Primer bayarnya ke PT. AWB”, jelas Hery.

Sempat tidak diterima oleh warga pekerja kayu, namun setelah dilakukan rembug bersama pengusaha Industri Primer, warga pekerja kayu pun menyetujui aturan yang dikeluarkan PT. AWB itu.

 

(Visited 233 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy