Tahir: Islam itu Rahmatan Lil ‘Alamin

KabarKita, Kota Bima- Penasehat Pusat Studi Konflik Agama dan Budaya (PUSKAB) NTB, M. Tahir Irhas, S.Ag M.Pd mengatakan perselisihan dalam Islam selama ini terjadi karena persoalan mahzab yang dianut. Seperti mahzab Hanafi, Hambali, Maliki dan Syafi’i.
“Namun melupakan pemahaman parsial yang dikembangkan oleh para ulama ini,” ujarnya saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Islam dan Bhinneka Tunggal Ika”, di Aula Serba Guna Kelurahan Penato’i, Kecamatan Mpunda, Kamis (26/4).
Menurutnya dalam Islam ada tiga unsur terpenting. Antara lain, akidah, syariah dan akhlak. Namun karena terlalu fanatik terhadap mahzab tersebut akan berujung pada reaksi atau tindakan yang membabi buta.
“Islam itu sangat luas dan dalam. Apalagi ada metode syariah, tarekat, hakekat dan makrifat. Tapi selama ini kita disibukkan dengan urusan khilafah,” jelasnya.
Dia perpendapat, Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin artinya agama rahmat bagi sekalian alam. Akan tetapi sangat berbahaya ketika fanatik terhadap mahzab tersebut terus terjadi.
“Menganggap paling benar, lalu kemudian saling kafir mengkafirkan satu sama lain,” sambungnya.
Tahir menambahkan pemerintah/negara dibentuk untuk mengakomodasi hak dan kewajiban seluruh warga negara. Dan tidak hanya mengakomodasi kelompok- kelompok tertentu.
“Selama ini kita lebih menuntut kebebasan tapi tidak membangun kesadaran. Terutama kesadaran dalam diri,” Pungkasnya.
Selain M. Tahir, FGD tersebut juga menghadirkan Narasumber lain, Dr. Syarif Ahmad M.Si, yang mengupas tentang Pancasila sebagai falsafah berbangsa dan bernegara.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy