Warga 3 Desa Di Kecamatan Pekat Mengamuk Di Base Camp PT AWB

Ratusan Warga Yang Membakar Pos Jaga Di Pintu Masuk Base Camp PT AWB

Ratusan warga yang membakar pos jaga di pintu masuk base camp PT. AWB

Kabarkita, Kabupaten Dompu – Ratusan warga yang berasal dari tiga desa yaitu Desa Doro Peti, Desa Soritatanga dan Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat pada Kamis (29/09/2016) pagi mengamuk di depan base camp PT. Agro Wahana Bumi (AWB) yang berlokasi di Desa Nanga Kara, Kecamatan Pekat. Akibatnya, satu unit pos penjagaan di pintu masuk base camp PT. ABW dirusak dan dibakar oleh warga.

Aksi warga yang datang dengan menggunakan 20 unit truk, 5 unit kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua tersebut, dipicu dengan sikap PT. AWB yang tidak bertanggung jawab atas Nota Online yang digunakan oleh pengusaha kayu (Industri Primer, red) yang saat ini, 5 unit truk pengangkut kayu telah diamankan oleh aparat keamanan Sumbawa Besar. Warga meminta agar 10 unit truk yg ditahan oleh Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Sumanto dan Kadis Provinsi Nusa Tenggara Barat agar dikeluarkan dan dibebaskan untuk diserahkan kepada pemiliknya.

Atas tidak adanya pertanggungjawaban terhadap Nota Online yang disinyalir sebagai akar masalah dijalankannya truk pengangkut kayu di Sumbawa Besar, Warga 3 desa ini mendesak PT. AWB agar segera meninggalkan kawasan hutan Tambora. Meminta pemerintah untuk mencabut izin operasional PT. AWB. Tidak hanya itu, warga juga meminta kepada aparat keamanan terkait, seperti Kehutanan atau KPH, TNI dan Polri untuk tidak melakukan penahanan dan melakukan pungutan liar terhadap kendaraan pemuat kayu yang memiliki dokumen lengkap. Pada aksinya ini, warga juga meminta kepada pemerintah terkait untuk memberikan ijin pengelolaan hasil hutan kayu kepada masyarakat.

Setelah beberapa saat melakukan orasi di depan base camp, warga yang kecewa karena tidak dihiraukan aksinya oleh PT. AWB, menciptakan situasi yang mencekam. Akibatnya, pos jaga yang berada di depan base camp dibakar oleh warga. Aparat keamanan dari Polres Dompu dan Mako Brimob Polres Dompu tidak mampu menghalau kemarahan warga.

Pantauan Kabarkita, situasi kembali kondusif setelah upaya ratusan warga untuk bertemu  dengan PT. AWB dimediasi oleh aparat keamanan. Namun, proses negosiasi yang dinilai berlangsung panjang (lama) membuat situasi kembali memanas. Akibatnya, ratusan warga melempar PT. AWB dengan menggunakan batuan dan kayu. Geram dengan aksi warga, polisi yang sudah bersiaga menembakan gas air mata kepada warga, sehingga warga berlari berhamburan.

Setelah beberapa saat melakukan pertemuan dengan PT. AWB, warga akhirnya mendapat pertanggung jawaban dari PT. AWB terkait pembebasan 10 unit truk pengangkut kayu yang ditahan oleh TNI di Sumbawa Besar. Warga juga dipersilahkan oleh PT. AWB untuk melakukan aktifitas pengolahan kayu lereng Gunung Tambora seperti biasanya.

(Visited 228 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

       © 2015| Kabarkita.info| Redaksi| Pasang Iklan| Privacy Policy